PROFIL LANJUT SEKOLAH

Nindy Rahakbau

A.     Nindy Rahakbau. Mentor: Dedi Kusuma Wijaya

        Nindy adalah anak pertama yang dikelola oleh Lanjut Sekolah, dan sejak awal dimentori oleh Dedi, alumni Pengajar Muda indonesia Mengajar yang berprofesi sebagai praktisi SDM. Dedi dulu adalah guru Nindy di SD Kristen Wadankou. Nindy memulai Lanjut Sekolah-nya empat tahun lalu saat memasukin SMP. Saat ini Nindy duduk di kelas X, SMAK Cor Jesu Malang. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP-nya di pertengahan 2016, dengan dukungan dari kontributor Lanjut Sekolah Nindy pulang ke kampung halamannya selama sebulan. Di sana Nindy menjalankan misi untuk menceritakan tentang perjalanannya selama tiga tahun terakhir bersekolah di Malang, sembari memotivasi adik-adik di desa untuk tetap bertekun dalam proses persekolahannya.

B.      Alfonsina Melsasail, Mentor: Siti Soraya Cassandra

            Alfonsina, atau Foni, meneruskan sekolahnya ke SMPK Cor Jesu Malang setelah lulus dari SD Kristen Lumasebu dan sempat mengikuti pendidikan di SMPK 1 Kormomolin, Maluku Tenggara Barat. Sejak SD, Foni adalah anak yang selalu menonjol di antara teman-temannya. Walau berasal dari desa yang akses transportasinya masih terbatas dan belum terjangkau jaringan telepon seluler, Foni berhasil terpilih menjadi satu-satunya delegasi Maluku dalam Konferensi Anak Bobo 2011.

        Keberangkatan Foni ke Malang untuk melanjutkan sekolahnya dipromotori oleh Soraya Cassandra (Sandra), mantan Pengajar Muda Indonesia Mengajar di desa Foni. Sandra yang saat ini berdomisili di Jakarta bekerja sama dengan para Pengajar Muda lain yang pernah dan sedang mengajar di desa tempat Foni tinggal untuk menyiapkan pendaftaran sekolah dan juga memberikan penjelasan kepada orang tua Foni. Saat ini Foni duduk di kelas VIII dan secara konsisten menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Ia selalu masuk ke dalam sepuluh besar siswa dengan nilai tertinggi, dan juga aktif di beberapa kegiatan ekstrakurikuler di sekolah maupun di asrama tempat dia tinggal.

Alfonsina Melsasail

Paskalina Dogopia

C.      Paskalina Dogopia. Mentor: Lilik Kumala

         Paskalina berasal dari Distrik Waghete, Kabupaten Paniai, Papua. Saat bersekolah di SMP YPPK Waghete Paska mengikuti program pertukaran pelajar SabangMerauke dan mendapatkan kesempatan untuk berkegiatan selama tiga minggu di Jakarta dan tinggal bersama salah seorang keluarga selama kegiatan ini berlangsung. Kegiatan ini membuat Paska termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya ke tempat yang memiliki lingkungan pendidikan kondusif sehingga memungkinkan dia untuk mewujudkan cita-citanya kuliah di Universitas Indonesia. Di kegiatan SabangMerauke pula Paska bertemu dengan Lilik Kumala yang menjadi salah satu Famili SabangMerauke (hostfam bagi anak-anak peserta kegiatan ini). Lilik lalu memutuskan untuk menjadi mentor Paska, yang  dengan restu orang tuanya melanjutkan sekolahnya ke SMAK Cor Jesu Malang.

D.      Lyberata Ongirwalu; Mentor: Matilda Narulita

          Lyberata, atau Lini, berasal dari desa Lamdesar Barat, Maluku Tenggara Barat. Sejak SD ia selalu menjadi juara kelas, dan sejak kecil pula ia menyimpan mimpi untuk bersekolah di luar desanya. Lini “ditemukan” oleh Matilda, yang saat itu menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar di desa Lini. Setelah Lini menyelesaikan SMP-nya Matilda lalu mengusahakan agar Lini bisa melanjutkan sekolahnya di luar daerahnya. Orang tua Lini mendukung ide ini, bahkan juga ikut memberikan kontribusi biaya pendidikan untuk Lini.

             Saat ini Lini duduk di kelas XI SMAK Cor Jesu Malang dan berteman dekat dengan Paskalina. Seperti Paska, Lini juga aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti paduan suara dan futsal. Bersama Paska ia mengikuti lomba paduan suara internasional di Bali dan juga memperkuat tim futsal sekolahnya.

Lyberata Ongirwalu

Ikut Berpartisipasi

Lanjut Sekolah berkomitmen untuk meyiapkan pemimpin masa depan yang lahir dari desa – desa terpencil dengan cara memberikan pendidikan yang baik didi tempat yang dekat dengan pusat kemajuan, dan memberikan pendampingan yang memadai agar mereka dapat memaksimalkan potensinya.

Anda dapat ikut ambil bagian dari ikhtiar sederhana ini,

Kunjungi Media Sosial Kami